Bumi purba ternyata berbau seperti telur busuk. Demikian gambaran yang tepat untuk mengilustrasikan hasil analisis fosil yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences baru-baru ini.

Telur menghasilkan bau busuk ketika ada senyawa hidrogen sulfida. Bumi purba ternyata juga kaya akan mikroorganisme yang sudah saling memakan satu sama lain serta menghasilkan sampah senyawa mengandung sulfida.

Martin Braiser, pakar ilmu kebumian dari Oxford University, melakukan analisis fosil Gunflintia. Makhluk itu adalah bakteri yang sangat kecil, hanya berukuran 10 mikron. Sebagai perbandingan, mata jarum saja memiliki ukuran 1.230 mikron.

Saat menganalisis fosil itu, ilmuwan menemukan adanya bagian bakteri yang mengalami perforasi atau sedikit berlubang. Menurut Braiser, hal itu menjadi indikasi adanya mikroorganisme lain yang memakannya.

Analisis kemudian menemukan adanya senyawa besi sulfida. Besi sulfida adalah senyawa hasil metabolisme bakteri yang memperoleh energi dengan memanfaatkan sulfat. Bakteri itulah yang diduga memakan Gunflintia. Menurut ilmuwan, bakteri itu sudah ada sejak 3,5 miliar tahun lalu.

"Sementara Gunflintia berumur setengahnya bakteri itu. Gunflintia mengonfirmasi bahwa bakteri yang mengandalkan sulfur itu juga melimpah pada 1.900 tahun lalu," kata David Wacey, peneliti post-doktoral di University of Western Australia, seperti dikutip Livescience, Senin (29/4/2013).

Bakteri yang memakan Gunflintia memanfaatkan sulfur untuk mendapatkan energi dan melepaskan sampah yang mengandung sulfur ke lingkungan. Itulah yang membuat Bumi berbau seperti telur busuk pada masa lalu.
 


Comments




Leave a Reply